Dialog Pembangunan Nasional, Calon DPD RI: Pejabat yang Koruptor belum Tuntas Pribadinya

Foto: Baslam

JURNALPOST.COM, MAKASSAR —  Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Daerah Muhamamdiyah (PDM) kota Makassar kerjasama Sekolah Kebangsaan dan Profetik Institute gelar dialog pembangunan nasional. Diselenggarakan di Indi Cafe Jl. Pettarani Makassar, Kamis 13 Desember 2018 malam.

Kegiatan tersebut, menghadirkan 4 narasumber antaranya Yudistira ANM Massardi (Budayawan Nasional), Syaiful Saleh (Tokoh Sulsel), Abdul Razak Wawo (Politisi PDIP) Arqam Azikin (Akademisi Unismuh dan Pengamat Politik) dan moderator Asra Tillah (Direktur Profetik Institute). Dengan dihadiri puluhan orang berbagai lembaga, lembaga kemahasiswaan, wartawan dan lain sebagainya.

Syaiful Saleh mengatakan, baik calon DPD RI, caleg, maupun cawapres 2019 bahwa sebelum masuk di lembaga tersebut, harus memahami fungsi dan tugas di dalam lembaga itu. Tapi itu belum cukup, karena sebelum memahami lembaga harus pahami diri sendiri karena itu juga penting.

“Seperti yang kita lihat sekarang, banyak pejabat atau anggota legislatif dan eksekutif melakukan korupsi. Bahkan banyak di Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK. Nah, ini yang saya maksud bahwa pejabat tersebut belum tuntas pada individunya. Sementara, sebagai anggota dewan jutaan rakyat menaruh harapan pada anggota dewan tersebut,” kata Syaiful sesuai dilansir pedulirakyat.co.id yang juga calon anggota DPD RI nomor urut 33 itu.

Ketua BPH Unismuh itu melanjutkan bahwa, tugas DPD RI harus fokus pada wilayah atau daerah tersebut. Supaya bisa melakukan pembangunan terutama pembangunan SDM. Selain itu, anggota DPR harus terjun langsung kepada masyarakat untuk menyerap aspirasinya. Karena masih banyak daerah yang butuh perbaikan khususnya perbaikan infrastruktur.

“Nah, disitulah anggota DPR menerima keluhan masyarakat. Karena kemajuan pendidikan regenerasi ini, tidak bisa dipisahkan oleh perbaikan infrastruktur. Supaya anak-anak kita lancar aksesnya menuju ke sekolahnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak anak-anak kita jalan kaki ke sekolahnya dengan faktor pembangunan infrastruktur tidak merata,” tutup Syaiful yang juga wakil ketua PWM Sulsel itu.(BL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here