Burhanuddin Andi Menolak Jadi Wakil Gubernur

0
1407

JURNALPOST.COM – Meskipun pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel baru akan digelar pada 2018 mendatang, tetapi satu per satu tokoh mulai mengutarakan niatnya untuk turut meramaikan hajatan politik tersebut.

Salah satunya yaitu mantan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Inspektur Jenderal Polisi Burhanuddin Andi. Ia menyampaikan niatnya untuk ambil bagian pada Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Burhanuddin yang saat ini bertugas di Markas Besar (Mabes) Polri tersebut, mengungkapkan, dirinya enggan jika dipasang untuk posisi Wakil Gubernur, dan hanya ingin bila ditempatkan sebagai calon Gubernur.

Burhanuddin Andi Menolak Jadi Wakil Gubernur

“Insya Allah kosong satu, kan seperti yang diidam-idamkan orang,” kata Burhanuddin, yang ditemui di kantor Gubernur, usai bertemu dengan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Kamis (3/3).

Meski begitu, Burhanuddin mengaku, masih menunggu dukungan dari masyarakat untuk mencalonkan diri pada Pilgub Sulsel mendatang .

“Kalau memang didukung, kita maju. Kalau tidak, ya tidak,” ujarnya.

Walaupun belakangan ini namanya mulai dikait-kaitkan dengan sejumlah partai politik sebagai kandidat calon yang akan diusung pada Pilgub Sulsel mendatang, tetapi Burhanuddin mengatakan, sejauh ini komunikasi yang dilakukannya dengan parpol masih dalam taraf biasa-biasa saja. Belum ada satu partai pun yang serius untuk mengajaknya bekerjasama.

Terkait dengan pertemuan dengan Syahrul, Burhanuddin mengaku, pertemuannya tersebut tidak membicarakan persoalan politik.

Perwira tinggi Polri itu mengaku hanya mengantarkan undangan kepada Syahrul, untuk menghadiri promosi gelar doktornya di Universitas Muslim Indonesia Makassar, pada Sabtu (5/3) mendatang.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, memuji Burhanuddin Andi yang dianggap banyak berjasa bagi Polri. Termasuk saat Burhnuddin menjabat sebagai Kapolda Sulsel.

Syahrul mengatakan, sesama orang Sulsel, ia akan selalu mendukung setiap langkah Burhanuddin, salah satunya yaitu mendukung upaya Burhanuddin untuk meraih gelar doktor-nya.

Terkait Pilgub Sulsel 2018 mendatang, Syahrul mengatakan, akan mendukung siapa saja yang memiliki kapasitas untuk melanjutkan kepemimpinannya.

“Yang punya potensi harus diberi ruang,” kata Syahrul.

Akan tetapi, Syahruk meminta agar isu pencalonan di pilgub mendatang tidak buru-buru dihembuskan.

“Jangan cepat-cepat. Nanti muncul polarisasi di masyarakat. Saya juga masih menjabat dua tahun ke depan, fokus saja dulu di pemerintahan.” ujarnya.(fo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here