BEM FH UMI : Indonesia Carut Marut Korupsi, Apa Solusi Mahasiswa

0
993

Jurnalpost – Menteri Perguruan Tinggi dan Kepemudaan (PTKP) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Muslim Indonesia (UMI) inisiasi diskusi pelataran tentang bahaya korupsi di Pelataran Mesjid Kampus UMI Umar Bin Khattab Jln. Urip Sumoharjo Makassar Senin, (5/12/2016) siang.

BEM FH UMI : Indonesia Carut Marut Korupsi, Apa Solusi Mahasiswa

Kegiatan ini dihadiri 20 orang dari FH UMI dengan menghadirkan narasumber Mahyuddin Abdullah (Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan) moderator sekaligus penanggung jawab diskusi, Muh. Basri lampe (Mentri PTKP FH UMI). Dan mengankat tema “Indonesia Carut Marut Korupsi, Apa Solusi Mahasiswa?“.

Mahyuddin, menjelaskan dalam materinya bahwa terjadinya korupsi sampai hari adalah salah satunya sifat seraka artinya bahwa sesuatu yang ia punya dia tidak pernah puas selalu ingin menammbah contohnya seseorang yang diberikan jabatan, jabatan yang ia miliki selalu igin lebih dari pada itu. Dan juga lahirnyan sifat apatis, yang memiliki pemikiran acuh tak acuh tidak peduli terhadap permasalahan yang terjadi hanya memikirkan diri sendiri, terangnya.

Lebih lanjut dia, bahwa ada beberapa hal terjadinya korupsi pertama kebutuhan, sistem, personal dan juga lahirnya pertarungan politik yang tidak melihat kapasitas yang akan memimpin tetapi bagaimana orang yang mapan terhadap finansial maka itulah menjadi pemenangnya di pertarungan politik. Olehnya itu, tidak salah ketika jadi pemimpin, kemudia ia, akan kembalikan uangnya. Sehingga dia mengharapkan terhadap mahasiswa sekarang agar tetap mempertahankan nilai dan funsi mahasiswa yaitu idealisme, pelopor perubahan, dan sosial kontrol terhadap melawan korupsi, jelasnya aktivis Pemuda Muhammadiyah ini.

Mentri PTKP, dia menjelaskan bahwa tujuan mengankat tema di atas adalah untuk mengetahui seperti apa itu korupsi, bagaimana penyelesaian korupsi dan apa peran Mahasiswa terhadap korupsi. Karena pada tanggal 9 Desember akan datang adalah hari anti korupsi, dan tidak menutup kemungkinan sekian banyak Lembaga akan turun aksi demonstran pada hari anti korupsi. “Saya selaku pengurus BEM berenisiatif membuat diskusi, supaya mengetahui apa itu korupsi ketika turun aksi, bukan sekedar berteriak dan ikut-ikutan“ jelas basri.

Lebih lanjut, dia mengharapkan agar mahasiswa yang akan turun aksi di tanggal 9 Desember tidak sekedar mengankat issu atau berhenti dihari itu to saja, akan tetapi bagaimana issu yang akan diangkat nanti, terus akan diakaji sampai ada titik terang yang ditemukan, ungkap putra bulukumba ini.

Presiden BEM FH UMI, menambahkan bahwa bukan hanya kita akan fokus di hari anti korupsi akan tetapi di tanggal 10 Desember juga perlu dikaji dihari Hak Asasi Manusia (HAM). Olehnya itu, dia mengharapkan bahwa mahasiswa UMI khususnya mahasiswa FH UMI harus fokus pada pengkajian issu sebelum turun aksi di tanggal 9-10 dihari momentum, ungkapnya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here