Bantaeng Bersiap Perkuat Pendidikan Inklusi

BANTAENG, JURNALPOST.COM – Sebuah study kaum difabel atau anak-anak berkebutuhan khusus akan dilakukan oleh USAID PRIORITAS di Bantaeng. Study bertujuan mendapatkan gambaran persepsi sekolah mengenai siswa difabel, sekolah-sekolah yang menampung siswa difabel, jenis difabel dan aspek-aspek lain terkait difabel. Demikian disampaikan oleh Erni, koordinator program pendidikan USAID PRIORITAS untuk Bantaeng. “Bersama Pemda Bantaeng, kita berusaha memperkuat pendidikan inklusi di Bantaeng, namun harus diawali dengan assessment terlebih dahulu,’ ujarnya (11/2).

Bantaeng  Bersiap Perkuat Pendidikan Inklusi
Kiri : Muh. Haris Kabid Dikdas Dikpora Bantaeng, Kanan: Syamsu Alam, Kepala Bappeda Bantaeng

Kepala Bappeda Bantaeng Syamsu Alam menyambut baik program ini. Dia berharap, studi tersebut tidak cuma berhenti di tingkat kajian, tapi bisa menjadi roadmap program dan kegiatan untuk mengatasi pendidikan kaum difabel lima sampai sepuluh tahun ke depan. “Kami sangat mengapresiasi program ini. Kita berharap dengan studi ini, kita bisa langsung ambil keputusan. Apa aksi yang akan dilakukan, siapa dengan tugas apa, dan kapan dilaksanakan. Kita harus sampai pada program yang benar-benar bisa memecahkan masalah difabel yang terjadi di Bantaeng,” ujarnya.

Selama ini, menurut Kabid Dikdas Dikpora Bantaeng, Muh. Haris, orang tua malu kalau anaknya dianggap berkebutuhan khusus, “Sebenarnya kita sudah memiliki sekolah luar biasa. Namun tiap tahun siswanya makin berkurang. Orang tua siswa malu menyekolahkan ke sana, karena tidak mau dianggap memiliki anak berkebutuhan khusus. Bahkan sekolah yang sering mendatangi mereka untuk menyekolahkan kembali anaknya ke tempat tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, jalan terbaik untuk membuat siswa tetap belajar di sekolahkan dan tetap mendapatkan pelayanan pendidikan yang layak adalah dengan model pendidikan inklusi, “Dengan pendidikan inklusi, orang tua tidak merasa terlalu malu. Anak-anak tetap bisa bersekolah di sekolah umum seperti biasanya, walau mendapatkan perlakuan khusus,” ujarnya.

Menurut Fadiah Machmud, Spesialis Pengembangan Sekolah USAID PRIORITAS yang juga hadir pada pertemuan sosialisasi rencana study inklusi di kantor Bappeda Bantaeng Tersebut, implementasi sekolah inklusi membutuhkan guru-guru yang cakap menangani anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. “Setelah study dilakukan, salah satu yang mendesak dilakukan adalah melatih para guru agar bisa menangani para murid berkebutuhan khusus secara professional dan manusiawi,” ujarnya. Study rencananya akan dilangsungkan pada bulan Maret 2016.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here