Bangga! 5 Tradisi Unik Suku Bugis yang tak dimiliki oleh Suku Lain

0
263

MAKASSAR, JURNALPOST – Jika ditelusuri lebih jauh, Sulawesi Selatan khususnya suku bugis memiliki cukup banyak tradisi unik dan tergolong unik. Namun sayang tradisi-tradisi unik itu mulai tergusur oleh perkembangan jaman dan budaya yang kian hari makin modern, berikut budaya – budaya tanah bugis yang hampir punah.

1. Sigajang Leleng Lipa

Sigajang Laleng Lipa, merupakan tradisi yang dijalani kaum lelaki Bugis saat menyelesaikan masalah. Tradisi tersebut berupa pertarungan antar dua laki-laki, namun dilakukan di dalam sarung. Tradisi ini dilakukan pada masa kerajaan Bugis dahulu, dan ini merupakan upaya terakhir menyelesaikan suatu masalah adat yang tidak bisa diselesaikan.

Walaupun nyawa yang menjadi taruhannya, suku Bugis tetap memiliki cara-cara khusus untuk menyelesaikan permasalahan dengan bijak. Sebagaimana dalam pepatah Bugis Makassar yang kira-kira maknanya “ketika badik telah keluar dari sarungnya pantang diselip dipinggang sebelum terhujam ditubuh lawan”.

Makna filosofinya mengingatkan agar suatu masalah selalu dicari solusi terbaik tanpa badik. Hal ini biasanya dilakukan dengan musyawarah melibatkan dua belah pihak bermasalah serta dewan adat.

2. Tradisi Pindah Rumah

Biasanya saat orang akan pindah rumah mereka akan disibukkan dengan mengemasi barang untuk memindahkannya ke rumah yang baru dari rumah lama. Kegiatan tersebut tidak terjadi pada masyarakat suku Bugis. Ya, mereka memiliki tradisi sendiri dalam pindahan rumah dengan benar-benar memindahkan rumah yang sebenarnya tanpa membongkar. Tradisi ini disebut Mappalette Bola. Tradisi ini melibatkan puluhan bahkan ratusan warga kampung untuk membantu memindahkan rumah ke lokasi yang baru.

3. Massallo kawali

Atraksi budaya dari tanah Bugis yang berasal dari kabupaten Bone yakni MASSALLO KAWALI atau bermain asing-asing/gobak sodor menggunakan kawali/badik. Badik yang digunakan oleh para pemain adalah badik asli bukan imitasi. Sebelum melaksanakan atraksi ini dilakukan ritual-ritual khusus untuk menghindarkan peserta & penonton dari hal-hal yang tidak diinginkan. Atraksi MASSALLO KAWALI ini juga menyimbolkan semangat para pemuda Bugis untuk melindungi atau mempertahankan harga diri & tanah kelahiran dari rongrongan musuh atau penjajah.

4. Tarian Maggiri Atau Mabbisu

Tari maggiri merupakan tarian yang dipertunjukkan oleh seorang atau beberapa orang bissu. Bissu adalah seorang wanita pria (waria) dalam kepercayaan Bugis yang dipercayakan menjadi penghubung antara dewa di langit dengan manusia biasa. Tari Maggiri ini, diperkirakan telah ada sejak zaman pemerintahan Raja Bone ke 1, yang bergelar To Manurung Ri Matajang yang memerintah sekitar tahun 1326-1358, dan menjadi salah satu tarian yang berkembang di dalam istana kerajaan Bone.

5. Angngaru

Pada catatan sejarah, Angngaru’ sesungguhnya merupakan ikrar kesetiaan rakyat atau prajurit kepada raja yang bersifat pemimpin. Raja yang bersifat pengayom disenangi rakyatnya. Saat genderan perang ditabuh oleh sang Raja, maka rakyat serta merta menyodorkan diri, rela mengobarkan jiwa raganya untuk tunaikan titah sang Raja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here