Badan Pusat Statistik Sulsel: Sektor Pertanian Mulai Tergerus

0

JURNALPOST – Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel menunjukkan pekerja di sektor pertanian yang termasuk pertanian, kehutanan, peternakan dan perikanan mengalami penurunan sebesar 0.69 poin dari 40.97 persen pada Februari 2015 menjadi pada Februari 2016 sebesar 40.28 persen.

Komentar Dinas Pertanian Sulsel terkait Peralihan fungsi lahan

Ketua Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (Pispi), Suardi Bakri menyampaikan jika minat masyarakat terhadap pendidikan di bidang pertanian bahkan untuk minat sarjana dari pertanian untuk bekerja langsung di sektor pertanian juga ikut berkurang.

“Generasi muda masih kurang tertarik terhadap profesi pertanian, termasuk sarjana pertaniannya sendiri,” kata Suardi beberapa waktu lalu.

Dibeberkannya pula hasil sensus pertanian 2013, hanya 3,3 juta rumah tangga yang berusia di bawah 34 tahun bekerja di sektor pertanian yang belum termasuk untuk sarjana pertanian yang kebanyakan bekerja di luar sektor pertanian Selanjutnya, Pengamat Ekonomi, Abd. Mutalib mengatakan dari hasil survei untuk pekerja di sektor pertanian yang berkurang.

Kendala utama yang dikatakan karena mindset anak penerus bangsa terkait pendidikan hanya menjadi sebagai petani, namun pada dasarnya tidak menjadi petani tulen yang mengurus pupuk, tanaman di sawah dan ladang dan lainnya.

“Ini banyak faktor kemungkinan yang tidak mendorong dan mendukung,” katanya.

Kendala kedua, juga ditemukannya kesiapan lapangan kerja ataupun kebutuhan pekerja di sektor pertanian yang termasuk perikanan, kehutanan dan peternakan juga masih sangat minim sehingga alumni sarjana tidak terserap dan memilih pekerjaan lainnya bahkan menganggur.

Muthalib menekankan untuk minat bagi anak-anak sangat minim karena banyaknya pilihan disiplin ilmu lainnya dengan melihat untuk lapangan kerja sangat dibutuhkan juga sesuai dengan impian anak itu sendiri. “Jadi pemerintah juga harus mendukung menyediakan tempat kerja yang sesuai dan dilakukan secara berkala di setiap tahunnya,”katanya.

Jika tidak seperti itu, dengan sendirinya mindset anak generasi muda akan semakin tergerus dan untuk tenaga ahli dan berkompeten di bidang pertanian dan lainnya juga sudah tidak ada, dan berlomba-lomba meninggalkan pertanian.

Selain itu, Mutalib juga katakan jika saat ini anak-anak juga tengah didoktrin oleh para orangtua untuk melanjutkan pendidikan seperti kedokteran, teknik dan lainnya. Sehingga mau tidak mau anak-anak ikut dan patuh dengan perintah orangtua. (one/jp)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.