Angka Kecelakaan Kerja di Sulsel Setiap Tahun Diklaim Terus Menurun

JURNALPOST.COM – Angka kecelakaan kerja di Sulawesi Selatan (Sulsel) tiap tahunnya cenderung mengalami penurunan karena hampir seluruh perusahaan yang beroperasi di Sulsel telah menerapkan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulsel, Simon S Lopang, disela acara Peringatan Bulan K3 di Mall GTC, Kamis, (25/2).

Angka Kecelakaan Kerja di Sulsel Setiap Tahun Diklaim Terus Menurun

“Kecelakaan kerja ini sebenarnya tidak diinginkan tapi juga tidak bisa dihindari, karena itu ada pemberian santunan bagi mereka yang meninggal atau sakit. Tapi setiap tahunnya saya kira ada penurunan angka kecelakaan kerja, dan kita berharap ke depannya bisa menjadi zero accident,” kata Simon.

Pihaknya juha berharap, baik perusahaan maupun pekerja dalam bekerja bisa lebih memperhatikan masalah K3 ini, dengan cara memperhatikan sarana dan prasarana perusahaan, norma dan aturan kerja, dan pengoperasian mesin-mesin, termasuk masalah kesehatan kerja.

Simon melanjutkan, selaku instansi yang ditugaskan untuk melakukan pengawasan terhadap tenaga kerja dan perusahaan, ia mengaku, pihaknya terkendala dari sisi keterbatasan tenaga fungsional yang melakukan melakukan pengawasan ke perusahaan-perusahaan.

“Ke depannya dengan diberlakukanya UU nomor 23 tahun 2014 tentang pembagian kewenangan pemerintah daerah, dimana tenaga fungsional akan ditarik dari kabupaten ke provinsi, kinerja pengawas fungsional saya kira bisa lebih maksimal, dan masalah keterbatasan tenaga pengawas ini juga bisa pelan-pelan teratasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Makassar, Rasidin, mengatakan, ada dua faktor yang bisa mengakibatkan angka kecelakaan kerja naik atau turun.

“Angka kecelakaan akan naik jika pekerja sadar untuk melaporkan kecelakaan kerja yang dialaminya. Akan tetapi, Kalau pelaksanaan sistem manajemen K3 berjalan dengan baik, kecelakaan kerja pasti akan mengalami penurunan,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan selama satu tahun kemarin, lanjutnya, total dana yang dikeluarkan untuk membayarkan asuransi kecelakaan kerja dan juga biaya berobat untuk para pekerja yang sakit dengan jumlah klaim sebanyak 1300 klaim yaitu sebesar Rp16 milliar.

“BPJS ketenagakerjaan ini merupakan hak dari pekerja dan kewajiban bagi perusahaan. Kita telah berikan santunan untuk korban meninggal akibat kecelakaan kerja, korban meninggal biasa, sakit dan cacat akibat kecelakaan, termasuk juga dana pensiun,” ujarnya. (fo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here