Aktivis PMII Sulsel Angkat Bicara,  Kapolda Hentikan Pencitraan

Ketua I PKC PMII Sulsel, Ahmad Sirajul Munir

JURNALPOST.COM, MAKASSAR – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan menuai sorotan pasca markas Polsek Bontoala Makassar diteror dengan bom molotov oleh oknum tidak dikenal (OTK) pada momen pergantian tahun. Hal itu terjadi sekitar pukul 04.00 Wita, Senin, 1 Januari 2018 dini hari.

“Apa yang terjadi di Sulawesi Selatan khususnya di Makassar, sangat jauh dari kata nyaman dan aman. Bagaimana tidak di malam pergantian tahun terjadi aksi teror “Pengeboman” di Polsek Bontoala Makassar,” kata Ketua I PKC PMII Sulsel, Ahmad Sirajul Munir, dalam keterangan tertulisnya ke Jurnalpost.com, Senin 1 Januari 2018 malam.

Menurut Uul sapaannya, hal itu sangat mencederai nama baik Sulawesi Selatan, “Kami sangat menyayangkan karena yg menjadi sasaran adalah Markas Kepolisian yang menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat sipil,” ungkapnya.

Namun Uul juga mengapresiasi sepak terjang Kapolda Sulsel, Irjen. Pol. Drs. Umar Septono, S.H., M.H. yang kerap terjun menemui masyarakat, namun menurutnya masih banyak hal yang perlu diselesaikan seperti kasus korupsi, pil pcc dan beberapa kasus lainnya.

“Kami menghimbau kepada Bapak Kapolda Sulsel untuk fokus terhadap kasus teror ini dan penyelesaian kasus-kasus yang mandek, bukan malah gencar melakukan pencitraan,” ujarnya.

“Berhentilah melakukan pencitraan. Kami masyarakat Sulsel butuh keamanan. Kami sudah resah dengan maraknya aksi-aksi pembegalan ditambah lagi aksi teror ini,” tutup Alumni Fakultas Hukum UMI itu.(Baslam)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here