283 Desa Di Sulsel Belum Dialiri Listrik

0
1341

JURNALPOST.COM – Berdasarkan data dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, dari sebanyak 3.025 desa yang ada di Sulsel, hingga saat ini, masih ada sebanyak 283 desa yang belum tersentuh aliran listrik.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris ESDM, Syamsul Bahri, kepada Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, saat melakukan silaturrahmi dan koordinasi dengan SKPD Dinas ESDM Sulsel, Senin (7/3).

Terhitung Awal Januari 2016 Tarif Listrik Non Subsidi Turun

Syamsul menjelaskan, desa yang belum teraliri listrik tersebut lokasinya berada di pulau-pulau dan pegunungan yang aksesnya sulit untuk dijangkau.

Walaupun desa di Sulsel yang belum tersentuh aliran listrik masih ratusan, tetapi dikatakannya, bila dipresentasekan dari total desa secara keseluruhan, presentasenya cukup kecil.

“Kalau dipresentasekan secara total, jumlah desa di Sulsel yang belum dialiri listrik itu jumlahnya kurang lebih delapan persen,” ungkapnya.

Untuk skala Indonesia Timur, lanjutnya, Sulsel merupakan provinsi dengan jumlah desa yang sudah teraliri listrik paling banyak.

Lebih jauh Syamsul mengatakan, untuk tahun 2016 ini, pihaknya bersama stakeholder terkait lainnya akan berusaha menyentuh desa-desa yang belum teraliri listrik.

Dengan pertimbangan akses yang cukup sulit dijangkau, pihaknya dikatakannya akan menyiapkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dinilai akan lebih efektif ketimbang harus menyambung aliran melalui kabel yang membutuhkan biaya cukup besar.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, mengatakan, solusi tercepat yang bisa dilakukan untuk menghadirkan fasilitas listrik di daerah terpencil adalah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga mikro hydro (PLTMH).

“Untuk daerah terpencil dan pulau-pulau itu lebih cocok dan efektif kalau menggunakan PLTS. Sementara PLTMH, cocok digunakan di daerah pegunungan, khususnya yang memiliki sungai dengan debet air cukup baik untuk menggerakkan kincir,” kata Agus.

Agus juga mengaku siap untuk melobi pemerintah pusat agar bisa membantu membantu penganggarannya.

“Misalnya untuk PLTS itu kalau diestimasikan, dengan anggaran sekitar Rp9 juta, sudah bisa digunakan untuk lima titik lampu dan satu unit televisi.
Saya kita itu cukup efektif daripada tarik kabel panjang hanya untuk menyuplai listrik ke beberapa rumah,” ujarnya. (fo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here