2 Keluarga Pengikut Gafatar Dipulangkan Ke Maros

JURNALPOST.COM, MAKASSAR – Dua keluarga pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Kab. Maros, Sulawesi Selatan, dipulangkan ke rumahnya, Sabtu (23/1/2016), Kedua keluarga tersebut terdiri atas 7 orang yakni Budi Dwi Saputro (32), bersama istrinya Al Mukarramah (26) dan balitanya Rafael Arundaya (2), serta Taufiq (34) bersama istrinya Jarawanti (30) serta dua anaknya Radit dan Garsik.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Barung Mangera menyebutkan bahwa dua keluarga ini diterbangkan menggunakan pesawat Lion Air JT 661 dari Balikpapan dan tiba di bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 08.30 Wita.

2 keluarga pengikut gafatar tiba di bandara SHIAM
2 keluarga pengikut gafatar tiba di bandara SHIAM

“Mereka dijemput oleh orang tuanya di pekampungan Gafatar di Desa Karya Jaya, Kec. Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, proses penjemputan ini dikoordinasikan oleh Kapolsek Samboja AKP Dika Yosep Anggara,” ujar Frans.

Frans menyebutkan, Budi dan anak serta istrinya meninggalkan rumahnya di jalan Pisang, Turikale, Maroa pada 11 November 2015. Sedangkan Taufiq serta anak-istrinya belum sebulan meninggalkan rumahnya, di perumahan Panrita Bola, Kab. Maros.

“Langkah selanjutnya berkoordinasi dengan Pemda Maros, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat untuk memonitor aktivitas kedua keluarga agar tidak kembali menjalankan organisasinya,” pungkas Barung.

Selama proses pemulangan sekitar 1.200 pengikut Gafatar dari Kab. Mempawah, Kalimantan Barat ke daerah asalnya, beberapa warga Makassar yang bergabung dengan Gafatar masih belum ada kabarnya. Seperti pasangan suami istri yakni Abdul Kadri Nasir (30) dan Hasrini (30), bersama dua anaknya Abiyan (2), Berlian (7 bulan) serta pembantunya, Ratih (25), warga jalan Sultan Alauddin, Makassar yang minggat dari rumahnya sejak Oktober 2015 lalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here