15 Tradisi Unik Idul Fitri di Indonesia

Jurnalpost – Hari raya Idul Fitri merupakan hari raya umat Islam yang diperingati pada setiap tanggal 1 Syawal tahun hijriyah. Dibandingkan dengan negara lain, perayaan hari raya di Indonesia lebih meriah dan unik. Hal ini dikarenakan setiap daerah di Indonesia mempunyai tradisi yang berbeda-beda dalam merayakannya. Perbedaan inilah yang membuat perayaan hari raya umat Islam di Indonesia menjadi sangat meriah.

15 Tradisi Unik Idul Fitri di Indonesia

Tradisi Idul Fitri di Indonesia yang Masih Ada Sampai Sekarang

Tradisi perayaan Idul Fitri di Indonesia tidak lepas dari sejarah Idul Fitri sendiri. Di Indonesia perayaan hari raya ini sudah cukup unik sejak penyambutannya. Setiap daerah mempunyai tradisi yang berbeda-beda untuk menyambut hari raya. Tradisi ini masih dipertahankan sampai sekarang. Berikut ini beberapa tradisi unik dalam penyambutan hari raya di Indonesia:
1. Tumbilotohe
Idul Fitri di Gorontalo disambut dengan meriah dengan adanya tradisi tumbilotohe. Tradisi ini merupakan tradisi warga muslim yang ada di Gorontalo sejak lama. Dalam tradisi ini tiga hari menjelang hari raya warga Gorontalo akan memang lampu minyak didepan rumahnya. Jumlah lampu minyak yang dipasang didepan rumah disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga. Tradisi yang sudah ada sejak abad ke 15 ini masih tetap dilestarikan sampai sekarang.
2. Mudik
Tradisi unik lainnya yang ada di Indonesia menjelang Lebaran adalah mudik. Mudik merupakan tradisi dimana orang yang merantau ke daerah lain akan kembali ke daerah asalnya. Tradisi ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Tidak salah jika pada hari raya Lebaran kota-kota besar akan sepi dan perkampungan akan lebih ramai. Selain itu, lalu lintas menjelang hari raya juga akan semakin padat.
3. Bakar gunung
Bakar gunung merupakan tradisi penyambutan hari raya Idul Fitri yang berasal dari Bengkulu. Tradisi ini sangat unik dilakukan pada saat malam hari raya atau malam takbiran. Pada malam takbiran masyarakat suku Serawai yang ada di Bengkulu akan membakar batok kelapa yang sudah disusun menyerupai tusuk sate. Tujuan pembakaran ini adalah untuk bersyukur kepada Allah dan sebagai ungkapan doa agar keluarga yang sudah meninggal bisa tenang di akhirat.
4. Halal Bil Halal
Tradisi ini mungkin hanya bisa ditemukan di Indonesia. Halal Bil Halal merupakan tradisi Indonesia dimana setiap orang akan merayakan Lebaran bersama dengan keluarga besar dan kerabat. Tradisi ini tidak lepas dari sejarah singkat Idul Fitri dan maknanya. Dengan adanya tradisi ini diharapkan para keluarga bisa berkumpul dan saling memaafkan.
5. Ngejot
Ngejot merupakan tradisi perayaan Idul Fitri dari Bali. Tradisi Ngejot ini merupakan tradisi dimana setiap rumah akan menyajikan atau mengirimkan hidangan kesemua tetangga. Tidak hanya warga muslim saja yang saling mengirimkan makanan tapi juga warga hindu yang ada di Bali. Tradisi ini merupakan wujud dari akulturasi budaya Islam dan Bali.
6. Takbir keliling
Takbir keliling merupakan tradisi dimana umat Islam akan keluar memadati jalan dengan kendaraan atau berjalan kaki dengan mengumandangkan takbir. Tradisi ini pada mulanya hanya dilakukan dengan berjalan kaki keliling kampung. Namun sekarang ini takbir keliling banyak dilakukan dengan menggunakan kendaraan terbuka seperti truk ataupun mobil pick up.
7. Grebeg Syawal
Tradisi grebeg syawal merupakan tradisi Idul Fitri yang diselenggarakan di Yogyakarta. Grebeg syawal merupakan ritual yang dilakukan pada 1 Syawal dengan membawa gunungan lanang ke masjid Gede Kraton Yogyakarta. Gunungan ini merupakan simbol sedekah sultan kepada rakyat Yogyakarta. Nantinya gunungan yang dibawa ke masjid akan didoakan dan akan dibagikan kepada masyarakat Yogyakarta.
8. THR
THR atau tunjangan hari raya merupakan tradisi khas Indonesia ketika merayakan Lebaran. Tradisi ini merupakan tradisi dimana perusahaan akan memberikan tunjangan tambahan kepada para karyawan. Dengan kata lain THR bisa dikatakan sebagai bonus hari raya. Selain perusahaan, di beberapa daerah tertentu di Indonesia juga terdapat tradisi bagi-bagi THR dari orang dewasa kepada anak-anak. Tradisi ini tentunya akan terus berlanjut di hari raya Idul Fitri 2017.
9. Meriam Karbit
Meriam karbit merupakan tradisi penyambutan Idul Fitri di Pontianak yang diselenggarakan pada saat malam takbiran. Warga yang tinggal di sepanjang tepi sungai Kapuas akan membuat meriam karbit berukuran besar sekitar 6 meter. Meriam ini nantinya akan dinyalakan pada saat malam takbiran. Sekarang ini, tradisi pembuatan meriam karbit sudah menjadi lomba tahunan sepanjang sungai Kapuas.
10. Perang Topat
Perang topat merupakan tradisi perayaan hari raya Idul Fitri di Nusa Tenggara Timur. Tradisi ini dilakukan pada hari ketujuh bulan Syawal. Perang topat ini dilakukan di daerah Lombok tepatnya di Pantai Bintaro. Warga Lombok biasanya akan berziarah terlebih dahulu sebelum memulai perang topat. Perang topat sendiri merupakan perang melempar ketupat antara umat muslim dan warga hindu. Tradisi ini dilakukan untuk mengucapkan syukur kepada yang maha kuasa.
11. Membeli baju baru
Tradisi unik lainnya menyambut Lebaran adalah membeli baju baru. Membeli baju baru sebenarnya bisa kapan saja, namun di Indonesia sudah menjadi tradisi bahwa setiap Lebaran harus membeli baju yang baru. Biasanya pada saat menjelang hari raya toko baju banyak diserbu oleh pembeli. Idul Fitri 2018 toko baju akan semakin ramai, hal ini dikarenakan jatuh bersamaan dengan libur sekolah.
12. Pukul Sapu
Pukul sapu merupakan tradisi perayaan hari raya Idul Fitri dari Maluku yang cukup ekstrim. Tradisi ini mempertemukan dua kelompok pemuda dari desa Mamala dan Morela. Dalam tradisi ini dua kelompok dari dua desa ini akan saling memukulkan sapu yang terbuat dari lidi pohon enau. Para pemuda akan saling pukul selama 30 menit kemudian para tabib desa akan menyembuhkan luka mereka dengan obat tradisional. Tradisi ini sangat ampuh untuk merekatkan persaudaraan antar dua desa ini.
13. Berziarah kemakam keluarga
Tradisi unik lainnya dalam perayaan Idul Fitri di Indonesia adalah berziarah ke makam keluarga. Pelaksanaan tradisi ini biasanya dilakukan satu hari sebelum puasa dan pada waktu hari raya. Ziarah atau nyekar ini menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan pada saat merayakan hari raya Lebaran.
14. Petasan atau kembang api
Walaupun petasan sudah dilarang, namun pada saat merayakan Lebaran masih banyak masyarakat yang menyalakannya. Saat ini petasan yang berbahaya sudah dilarang dan diganti dengan kembang api yang lebih aman. Suara petasan atau kembang api pada saat Lebaran sudah menjadi salah satu keunikan sendiri.
15. Promo Ramadhan
Sejak tanggal 1 Ramadhan sampai lebaran, akan banyak toko offline maupun online yang mengadakan Diskon Ramadhan. Biasanya mereka akan memberikan promo menarik untuk para pembeli. Jadi bagi Anda yang suka berbelanja, ramadhan ini adalah suatu momen yang sangat spesial.
Perayaan hari raya Idul Fitri di Indonesia memang sangat meriah dan unik. Tradisi-tradisi yang ada di setiap daerah ini memang harus dilestarikan sebagai budaya Indonesia. Walaupun demikian, sebagai umat Islam tentunya harus tetap memahami makna perayaan hari raya yang sesungguhnya yaitu menyucikan diri dari segala dosa. Hari raya yang diperingati setiap tahunnya ini harus menjadi momen penting umat Islam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here