132 Dosen Instruktur PPG UNM Ikuti Diseminasi Pembelajaran USAID PRIORITAS

0
1169

MAKASSAR, JURNALPOST.COM – USAID PRIORITAS bekerjasama dengan Universitas Negeri Makassar melakukan pelatihan khusus untuk para dosen instruktur PPG (Pendidikan Profesi Guru) di Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan jumlah peserta mencapai 132 orang. Pelatihan yang akan berlangsung selama tiga hari dengan tema “Diseminasi / Sosialiassi Capacity Sharing Instruktur PPG” ini dibuka langsung oleh Prof. Intan Ahmad, Ph.D, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti di ruang Workshop PPG UNM (17 Feb 2016).

132  Dosen Instruktur PPG UNM
Prof. Intan Ahmad, Ph.D Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti membuka “Diseminasi/Sosialisasi Capacity Sharing Instruktur PPG” yang berlangsung di ruang workshop PPG di gedung Phinisi Universitas Negeri Makassar (17 Feb 2016)

“Guru adalah pilar utama pendidikan. Lebih dari 50 persen daya serap siswa terhadap pembelajaran dipengaruhi oleh kapasitas guru menyampaikan materinya,” ujarnya saat membuka acara pelatihan tersebut.

Dia mengingatkan bahwa bonus demografi yang akan dialami oleh Indonesia pada tahun mendatang malah akan jadi beban ketika penduduknya tidak produktif. “Tahun 2035 nanti diperkirakan lebih 60 persen penduduk kita berusia produktif dan berpeluang mengalami booming ekonomi. Namun itu tergantung dari kualitas pendidikan yang kita lakukan hari ini,“ ujarnya.

Oleh karena itu, menurutnya, sharing pengalaman pendidikan dengan USAID PRIORITAS sangat penting. “Kita patut bersyukur diajak sharing pengalaman dengan lembaga yang berpengalaman dalam pendidikan ini. Dengan sharing ini, kita berharap kualitas pendidikan meningkat, karena guru keluaran dari program PPG juga berkualitas,” ujarnya kembali.

Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Arismunandar MPd, dalam sambutannya juga menyatakan bahwa model workshop untuk Pendidikan Profesi Guru masih perlu banyak perbaikan. “Selama ini kita masih terlalu menggunakan paradigma akademik dan terlalu tekhnis. Kita perlu membuat klinik khusus untuk memperlajari berbagai modul pembelajaran. Untuk pengembangan PPG ke depan, modul pembelajaran aktif yang aplikatif model USAID PRIORITAS, oleh karena itu, juga sangat penting kita pelajari,” ujarnya.

Universitas Negeri Makassar merupakan perguruan tinggi yang pertama kali melakukan pelatihan untuk instruktur PPG dengan melibatkan banyak dosen. Program PPG adalah pendidikan tinggi setelah program pendidikan sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus menjadi guru. Pendidikan profesi guru harus ditempuh selama 1-2 tahun setelah seorang calon lulus dari program sarjana kependidikan maupun non sarjana kependidikan.

Sharing capacity atau pelatihan ini akan dibagi dua angkatan. Angkatan pertama dilaksanakan dilaksanakan tanggal 17 – 19 Febuari dan kedua tanggal 27 – 29 Februari. Selama pelatihan, para peserta diajak untuk lebih jauh mendalami ketrampilan mengelola workshop PPG berbasis pembelajaran aktif dan efektif, mengembangkan jurnal refleksi, menyusun pertanyaan tingkat tinggi & lembar kerja, mengelola penilaian autentik & portfolio, menyusun rencana pembelalajaran dan melakukan praktik mengajar terbatas (microteaching) kepada para dosen yang lain.

“Setelah menjalani pelatihan ini diharapkan mereka langsung dapat mengaplikasikan dalam pengelolaan workshop PPG di prodi masing-masing dan memberikan contoh pembelajaran aktif kepada mahasiswa PPG,” ujar Nensilianti, Spesialis Pengembangan LPTK USAID PRIORITAS Sulsel.

Dosen yang ikut dalam pelatihan ini berasal dari pengampu mapel Biologi, Kimia, Geografi, Bimbingan Konseling, Bahasa Indonesia, Fisika, Matematika, Akuntansi, Sejarah, PPKN dan Bahasa Inggris.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here