Pilkada DKI 2017: Bawaslu DKI Harapkan Media Netral Dalam Pemberitaan

Selasa, Sep 27, 2016 | 420 views

Jurnalpost – Media memiliki peran yang sangat penting dalam Pilkada DKI 2017 yang saat ini sudah mememasuki tahap pemeriksaan kesehatan Calon. Komisioner Bawaslu( Badan Pengawas Pemilu) DKI, Achmad Fahrudin berharap media ikut aktif awasi pilkada DKI 2017.

Hal itu agar pelaksanaan Pilkada berlangsung dengan lancar dan sukses. Terutama dari sisi penyelenggara pemilu. Hal ini diungkapakan Achmad Hfachrudin disela sela Jumpa Pers di Hotel Maharani , Jakarta Selatan, Sabtu ( 24/9/2016)

Pilkada DKI 2017: Bawaslu DKI Harapkan Media Netral Dalam Pemberitaan

Achmad Fahrudin berharap media bisa membatasi dirinya dalam pemeberitaan si Calon jangan sampai terlalu memihak ataupun terlalu berlebihan dalam mempromosikan si Cagub atau Wagubnya. Misalnya menyedia program khusus untuk si calon, kita akan mengawasi pemberitaan di berbagai media terutama media TV dan radio, ungkapnya.

“Kita ingin membuat MoU (kesepakatan), Bawaslu, wartawan dan lembaga penyiaran. Sebagai partisipasi nyata kita bahwa pilkada ini berlangsung aman dan jurdil.‎ Kita ingin Pilkada DKI menjadi panutan Pilkada di Indonesia,” tambahnya

Menurutnya, dalam kampanye, yang harus dikedepankan oleh pasangan calon nantinya adalah di bidang ide dan program. Bukan pada hal-hal yang bersifat provokasi seperti isu SARA

Dia juga menilai bahwa jika berbicara sinergi antara Bawaslu dan media, sebenarnya sangat memungkinkan. Pasalnya, menurut dia, Bawaslu dan media punya banyak kesamaan, cara kerja yang hampir sama, cuma medannya saja yang berbeda”Kalau ada pengaduan dari masyarakat, terkait berita hoax, fitnah, misalkan itu dibuat di media tertentu, nah ini yang perlu didiskusikan adalah, bagaimana pengaduan masyarakat dilakukan,” katanya”Kita berharap teman-teman wartawan untuk membantu mengendus soal-soal pelanggaran itu,”

Sementara itu Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengimbau media massa, khususnya media penyiaran televisi (TV) dan radio, untuk lebih bertanggung jawab dan objektif dalam memberitakan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 mendatang

Sementara itu KPI berharap kawan-kawan media bisa lebih bertanggung jawab. Ada self censorship yang kuat di internal media penyiaran sehingga ketika tayangan muncul, sudah aman. Kedua mari berlomba-lomba membuat tayangan pilkada yang seobyektif mungkin, bukannya mengompori,” pesan Komisioner KPI Muhammad Sulhi Rawi. (heri zohiri)

Like it? Share it!

Leave A Response