Menakar Pilkada 2017, Menuju Cita-Cita Demokrasi Berkeadilan

Jumat, Des 2, 2016 | 317 views

Pandeglang, Jurnalpost – Sejatinya demokrasi mesti dimaknai bukan hanya sebatas prosedural namun lebih dari itu demokrasi mesti menjangkau makna subtansial, jelang Pilkada 2017 yang di diselenggarakan di 101 daerah bagaimana prosesnya berjalan demokratis, lebih dari itu esensi pemilu dapat dicapai.

Menakar Pilkada 2017, Menuju Cita-Cita Demokrasi Berkeadilan

Di tegaskan oleh Munawar Anggota KPU Pandeglang yang diundang sebagai pemateri seminar demokrasi yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pandeglang, dengan tema “Menakar Pilkada 2017, Menuju Cita-Cita Demokrasi Berkeadilan”. Betempat di Perguruan Sekolah Muhammadiyah Labuan-Pandeglang, kamis (1/12).

Dalam diskusi itu Munawar mengungkapkan, ‎pilkada yang demokratis dapat terwujud jika proses pilkada perjalan sesuai waktu dan jadwal yang telah ditentukan, rakyat memiliki hak yang sama memilih dan dipilih serta dapat mengakses dengan mudah setiap tahapan, daftar pemilih yang akurat, regulasi yang dijalankan sesuai dengan yang telah diatur, serta faktor-faktor lainnya yang menunjang terselenggaranya pilkada berjalan efektif.

“Ada beberapa faktor terwujudnya pilkada demokratis diantaranya dimana pelaksanaan tahapan sesuai dengan yang telah ditentukan, data pemilih yang akurat, peraturan dijalankan sesuai regulasi yang telah mengatur, idealisme rakyat disalurkan ‎dengan efektif tanpa ada monye politik serta faktor lainnya.” ungkap Munawar

Munawar juga menambahkan, mesti terus ada upaya pelaksanaan pemilu yang demokratis, yang bukan hanya betujuan suksesnya proses hingga terpilihnya pemimpin baru, namun lebih dari itu pelaksanaan demokrasi dalam pilkada juga dapat menjamin peningkatan ekonomi dan sektor lain bagi masyarakat dan daerahnya, hingga cita-cita demokrasi dapat mewujudkan keadilan di semua sektor kehidupan. Dalam hal ini semua pihak mesti berperan diantaranya generasi muda bangsa seperti kelompok mahasiswa dan lainnya.

“‎demokrasi tak sebatas pelaksanaan pemilihan pemimpin atas pilihan rakyat yang dilegitimasi dalam proses pemilihan, namun demokrasi berkeadilan merupakan dimana rakyat sebagai yang memiliki kedaulatan dapat merasakan keadilan disemua sektor baik politik, ekonomi, hukum dan lainnya.” tambah Munawar

Ahmad Fauzi Sekretaris Umum IMM Pandeglang demisioner mengatakan “pelaksanaan seminar demokrasi di pembukaan Musyawarah Cabang IMM Pandeglang bukan hanya sebatas memeriahkan pembukaan acara, namun sebagai upaya mencari konsepsi titik ideal terselenggaranya pemilihan kepala daerah (pilkada) 2017 yang demokratis, hingga rakyat tau kemana arah pilkada yang sesungguhnya, supaya tak ada lagi pembodohan oleh elit politik” katanya.

Elien Robiki ketua pelaksana acara‎ menambahkan, Musyawarah Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Pandeglang ke VII, di hadiri oleh peserta dari utusan 7 (tujuh) komisariat, yang merupakan peserta penuh dan peninjau sekitar 95 peserta. Dan kandidat calon formatur 18 (delapan belas), selanjutnya 13 formatur terpilih nantinya akan memilih ketua umum dan menyusun Kepengurusan. Tambahnya

Like it? Share it!

Leave A Response