Mantan Kabider DPP IMM Dianiaya oleh Mahasiswanya, ini Sikap DPD IMM

Senin, Jan 15, 2018 | 1400 views

Proses BAP, sih korban melapor ke Polda Sulselbar bersama IMM Sulselbar, Senin (15/1/2018).

JURNALPOST.COM, MAMUJU — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM ) Sulawesi Barat (Sulbar) mengecam tindakan mahasiswa yang menganiaya salah satu dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Mamuju, Kaharuddin.

Ketua DPD IMM Sulbar Rusli mengatakan, kejadian itu di daerah Kampus STIEM Mamuju, yang eronisnya karena di dalam Mesjid, Sabtu, 13 Januari 2018, ini tindakan pidana murni yang merupakan penganiayaan dan harus di usut tuntas.

“Ini tindakan kriminal dan mestinya tidak terjadi di kampus, apa lagi di dalam masjid, karena masjid adalah tempat ibadah bukan tempatnya premanisme” kata Rusli kepada Jurnalpost.com Senin, 15, Januari 2018.

Rusli dengan tegas mengecam pihak kampus untuk mengusut tuntas mengenai masalah itu  sampai keranah hukum. “Kami dari kader IMM akan mengawal sampai tuntas masalah ini,” tegas  Rusli.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan, kejadian yang tidak beradab itu berawal saat mahasiswa tersebut tidak tercatat namanya didalam berita acara saat final karena sudah lama tidak mengikuti proses perkuliahan.

Kemudian pelaku yang juga kerabat pejabat penting di Mamuju ini melakukan protes karena menganggap sudah membayar SPP.

“Kejadian tersebut bertepatan pada hari Sabtu di ruangan 10 sekitar jam 2 lewat hari pertama final, mahasiswa tersebut datang dengan memakai celana pendek dan pakai sandal dengan tidak sopannya langsung mengarah pada bapak dosen dan berusaha ingin memukulnya,” ujar salah satu mahasiswa yang berada di lokasi pada saat kejadian yang tidak dapat disebut namanya.

“Setelah selesai Salat ashar mahasiswa itu kembali datang ke kampus menemui dosen tersebut tanpa ada sepatah kata mahasiswa lansung melayangkan pukulannya ke arah dosen,” jelasnya.

Setelah itu, ia pergi dan kembali lagi setelah waktu ashar, disanalah tanpa sepatah kata Reza lansung melayangkan pukulan ke arah dosen,” terangnya.

Sementara itu, Kaharuddin saat dimintai keterangan tak banyak berkomentar, tapi ia membenarkan perihal pemukulan tersebut, hari ini juga sih korban, melapor ke Polda Sulselbar. “Biarlah kita selesaikan secara hukum, kita hormati hukum yang berlaku,” ungkap dia melalui via WA.

Karirnya Kaharuddin itu di IMM, dia salah satu aktivis IMM, pengurus IMM dari Pikom tingkat Kampus sampai dia pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Kader DPP IMM. Selain itu, sih pelaku dihubungi, namun HP sih pelaku tidak aktif, sehingga berita ini dimuat.(Baslam)

Like it? Share it!

Leave A Response