IMM Evaluasi Program Wali Kota Makassar

Kamis, Jan 7, 2016 | 550 views

JURNALPOST.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pimpinan Cabang (PC) Kota Makassar mengevaluasi 2 program Wali Kota Makassar yang tidak asing lagi terdengar oleh masyarakat yaitu; penataan lorong (perbaikan jalan) dan Makassarta tidak rantasa (MTR) di Kantor Wali Kota Makassar Jl: Ahmad Yani Makassar rabu, (6/Januari/2016).

Kegiatan ini dipimpin langsung Ketua IMM Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sulawesi Selatan Ahmad, kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana penataan lorong dan MTR yang sebenarnya menurut tanggapan masyarakat. Namun ada beberapa masyarakat yang ditanyak oleh kader IMM tapi tidak sedikit memberi jawaban yang kurang jelas seperti tukang becak dan pedagang katanya dia belum tau manfaatnya dan arahnya seperti apa penataan lorong dan MTR, jelasnya ahmad.

IMM Evaluasi Program Wali Kota Makassar

Lebih lanjut Ahmad, ia menjelaskan bahwa kenapa kunjungan Tokoh di Kantor Wali Kota Makassar karna salah satu problem utamanya adalah Makassar tidak rantasa dan penataan lorong sehingga yang bertanggung jawab penuh adalah Wali Kota.

Olehnya itu ia harapkan, kader-kader mampu memahami ruang tata kelola Kota, khususnyaKota Makassar. Karna pengkaderan (pelatihan) tingkat 2 nasional ini aliyas Darul Arqam Madiya (DAM) tema yang diangkat terkait peradaban, maka bagaimana merenkonstruksi perilaku penataan lorong dan juga diharpkan alumni DAM ini ilmu yang dia daptkan bisa diaplikasikan oleh masyarakat baik nasional maupun secara global,tutupnya ahmad.

Wakil Wali Kota Makassar (Syamsu Rizal sapaan Daeng Ical) memeberi jawaban kepada kader IMM terkait penataan lorong dan MTR menuju kota dunia ia menjelaskan bahwa Makassar ini bisa kita rasakan nyaman untuk semua artinya, orang benar-benar enak tinggal di Kota Makassar dan asyik melaksanakan tugasnya masing-masing tidak boleh masyarakat miskin bersain dengan orang kaya. Jelasnya.

Lanjut dari pada itu, juga perlu kita sombere artinya rama tamah pada masyarakat dan merestorasi tata ruang tapi yang pertama yang dilaksanakan adalah pemerintah setempat dulu dikasi pemahaman atau pelatihan supaya mengerti apa yang dimaksud merestorasi tata ruang. Karna semua masyarakat yang ada di Makassar punya tanggung jawab untuk membangun makassar menuju Kota dunia yang Bahasa gaulnya yaitu Penataan lorong dan MTR.

Dia mengharapkan tahun ini masyarakat bisa partisipasi penuh sebagai ujung tombak kemajuan Kota Makassar dan dibantu oleh elemen-elemen pemangku kepentingan, termasuk Organisasi Kepemudaan (OKP) seperti IMM yang baru-baru kunjungan di Kantor Wali Kota dan lain sebagainya, karna setiap OKP-OKP itu harus direspon oleh pemerintah sehingga mereka bisa memainkan perannya dan funsinya menyampaikan kepada masyarakat karna dia adalah bisa dianggap corong juru bicara, menjembatangi yang positif artinya isu-isu dari pemerintah kemasyarakat kemasyarakat kepemerintah,tutupnya. (*)

Citizen Report: Muh. Basri Lampe Ketua Umum PIKOM IMM UMI Melaporkan dari Kantor Wali Kota Makassar.

Like it? Share it!

Leave A Response