Faktor-faktor Penyebab Golput Saat Pilkada Serentak

Rabu, Jan 13, 2016 | 3960 views

JURNALPOST.COM – Beberapa waktu lalu baru saja diadakan pilkada serentak. Pilkada ini tentu saja bertujuan untuk memilih kepala daerah baik gubernur, bupati ataupun walikota. Pilkada ini diadakan serentak di beberapa provinsi yang ada di Indonesia. Pilkada serentak ini ternyata yang pertama kali dilakukan di Indonesia.

Faktor-faktor Penyebab Golput Saat Pilkada Serentak

Diharapkan dengan adanya pilkada serentak ini masyarakat lebih tertarik memberikan suaranya untuk memilih pemimpin di daerah mereka masing-masing. Namun sayangnya hal ini belum sesuai dengan harapan. Masih banyak orang yang tidak memberikan suaranya dengan berbagai macam alasan. Apa sajakah alasan tersebut? Lebih baik Anda menyimak informasi berikut.

Faktor yang menyebabkan masyarakat memutuskan untuk tidak memilih atau menjadi golongan putih, antara lain:

• Kurangnya penyuluhan tentang pilkada kepada masyarakat. Bahkan ada beberapa masyarakat yang tidak mengetahui informasi mengenai pilkada serentak ini.
• Masyarakat sudah bosan dengan janji-janji pemimpin yang hanya manis diawal saja. Tetapi setelah terpilih melupakan mereka dan lebih mementingkan kepentingan pribadi atau golongan.
• Masyarakat sering menganggap tidak ada perubahan meskipun pemimpinnya sudah diganti.
• Banyaknya pejabat yang melakukan tindak pidana korupsi membuat tingkat kepercayaan mereka menurun.

Selain faktor-faktor diatas masih ada lagi faktor lain yang disinyalir sebagai pemicu masyarakat untuk menjadi golongan putih. Misalnya saja letak geografis tempat pemilihan suara yang tidak terjangkau, tata cara memilih yang belum diketahui bahkan sudah tidak pedulinya masyarakat terhadap pesta demokrasi ini.

Untuk mengatasi dan mengurangi jumlah golput, instansi terkait terus melakukan penyuluhan bahkan sampai jauh-jauh hari. Penyuluhan ini sering kali ditambahi dengan adegan atau penampilan yang menarik sehingga masyarakat mau untuk memperhatikan. Sebenarnya penyuluhan saja tidaklah cukup.

Terpenting adalah bagaimana calon pemimpin tersebut mampu membuktikan kinerjanya setelah terpilih nantinya. Karena sebenarnya masyarakat cenderung tidak peduli tentang siapa pemimpinnya. Mereka hanya peduli bagaimana kinerja yang dimiliki oleh pemimpinnya tersebut. Untuk menarik masyarakat, calon pemimpin sebaiknya tidak perlu berkampanye dan mengumbar janji yang hebat. Lebih baik jika calon pemimpin tersebut turun ke masyarakat dan mendengar permasalahan yang dialami masyarakat.

Like it? Share it!

Leave A Response