Cyber Army Muhammadiyah Bukan untuk Menyerang, tapi untuk Mentabayyunkan Orang!

Sabtu, Agu 19, 2017 | 197 views

JURNALPOST.com, YOGYAKARTA — Agenda Temu Netizen Muhammadiyah (Netizmu) se-Indonesia dan Kopi Darat (Kopidar) Jaringan Radio Muhammadiyah (Jarimu) resmi dibuka, Sabtu, 19 Agustus 2017 di Gedung AR Fachruddin Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta.

Dalam amanahnya, Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dadang Kahmad mengakui terjadi kelambanan dalam respons Muhammadiyah atas
metode dakwah yang kini telah bergeser.

Karena itu, Dadang berharap forum ini dapat menghasilkan inovasi baru dan menyatukan langkah para warga net (netizen) Mu-
hammadiyah untuk menjawab tantangan itu.

Akan tetapi, Dadang menegaskan, jika forum ini membentuk cyber army, para warga net Muhammadiyah harus tetap menghadirkan
karakter Muhammadiyah dalam pribadi pelaku cyber army.

“Muhammadiyah akan bikin cyber army, tapi bukan untuk menyerang orang. Cyber Army Muhammadiyah untuk men-tabayyunkan orang!
Sebagai orang Muhammadiyah, tabayyun itu penting.” tegas Dadang.

Dadang mengingatkan, orang Muhammadiyah, termasuk dalam hal bermedia sosial, tidak boleh membangkitkan permusuhan. Orang-
Muhammadiyah dalam bertindak juga terbingkai oleh kesantunan.

“Orang Muhammadiyah harus memperbanyak kawan dan menjalin ukhuwah Islamiyah. Walau pun kita diserang samapai mati, kita
gak usah balas,” ungkap Dadang.

Guru Besar UIN Bandung ini juga berpesan, warga net Muhammadiyah adalah orang yang renah hati. Tidak hanya itu, orang Mu-
hammadiyah juga adalah orang yang dermawan dan gembira.

Prinsip ikhlas dan menjadikan segala tindak perilaku sebagai ibadah, orang yang muhsinin, lanjut Dadang, juga harus dijadi-
kan pegangan utama. Sebagai orang Muhsinin, orang Muhammadiyah harus menampilkan yang sebaik-baiknya.

“Muhammadiyah harus excellent. Kita ingin netizen Muhammadiyah yang seperti itu semua,” harap Dadang.

Sementara itu, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Dr. Muchlas berharap forum ini dapat menjadi forum kon-
solidadi jaringan. Selain itu, forum ini juga dijadikan sebagai ajang berbagi dan penyatuan langkah seluruh pegiat warga net
Muhammadiyah.

Dalam agenda ini, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengu-
tus Muhammad Asratillah dan Zulfikar Hafid sebagai peserta. Sepulang dari forum ini, rencananya, Pimpinan Wilayah Muhamma-
diyah Sulsel akan mendirikan radio resmi persyarikatn di bawah naungan MPI PWM Sulsel.(Rls)

Like it? Share it!

Leave A Response