Baca Puisi tidak Gampang, Ini Strategi Ilham Hamid Sehingga Jadi Pembaca Puisi Terbaik

Ilham Hamid (foto/fb)

JURNALPOST.COM, MAKASSAR – Ilham Hamid S.Ag M.Ag, M.Pd akhirnya berhasil menyabet sebagai pembaca puisi peringkat pertama se-Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin dan penyerahan hadiahnya berlangsung pada acara Milad ke-52 UIN yang berlangsung di Auditorium Selasa (14/11).

Ilham Hamid yang membawakan dua materi puisi, masing-masing untuk puisi wajib dengan judul “Gugus” oleh W.S Rendra dan “ Panggilan itu berlalu ” sebuah puisi religius berhasil menyisihkan peserta lainnya utusan dari tujuh fakultas di lingkungan UIN Alauddin Makassar.

Ilham kelahiran Sinjai 3 November 1974 di masa kuliah di IAIN dahulu pernah meraih gelar juara satu sebagai pembaca puisi se-IAIN

Selanjutnya menyabet gelar harapan satu pada kegiatan baca puisi tingkat nasional di Kediri pada kegiatan musyawarah nasional yang digagas NU yang saat itu panitianya di ketuai langsung Emha Ainum Najib.

Ilham Hamid, saat ini tercatat sebagai dosen pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi pada JuruKomunikasigan Penyiaran Islam (BPI) dengan konsentrasi mata kuliah psikhologi keluarga.

Ilham merupakan ayah dari empat orang anak, stu putra dan tiga putri, memiliki talenta seni yang mumpuni. Kepada mahasiswanya Ilham selalu berpesan untuk selalu mencintai seni.

Pada ulang tahunnya tahun ini, Ilham mendapat rahmat untuk melanjutkan pendidikannya ke S III di Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk memperdalam ilmunya di bidang ilmu pendidikan.

Dalam kegiatan keseharian selain dosen juga aktif berdakwah diberbagai mesjid. Ilham menganut prinsip “Dimana bumi di pijak di situ dakwah kita kembangkan “ tuturnya saat di temui usai sholat dhuhur di Masjid Nur Rasyid Kompleks FDK di Samata.

Ilham Hamid mengatakan, bahwa strategi yang disiapkan sehingga jadi pembaca puisi terbaik, harus dimulai dari kecil dan tentu perlu pembiasaan. “Saya dulu hampir semua lomba baca puisi baik itu puisi perjuangan maupun relegius saya ikuti mulai tingkat TK hingga perguaruan tinggi.

Terakhir pernah menjadi pembaca terjemahan Al qur’an di TVRI Makassar, saat itu masih ada program di televisi tentang baca puisi. Kemudian saya berhenti sebab fokus dibidang ceramah dan dakwah. Dengan momentum milad UIN itu sehingga saya diminta jadi peserta wakili Fakultas Dakwah dan Komunikasi,” kata Ilham Hamid.

Lanjut dia, dengan kepercayaan pimpinan fakultas sehingga saya persiapkan dengan latihan yang rutin dan memilih puisi lama yang dapat saya kuasai. “Alhamdulillah strategi itu tepat, akhirnya mengantar saya juara pada hari Pahlwan 10 Nopember 201u kemarin. Saya juga tampil pentas musical puisi kepahlawanan bersama civitas akademika UIN termasuk yngg ikut  tampil kak Sabri AR. Alhamdulilah mendapat support yngg luar biasa,” tutup Ilham yang juga pengurus PWM Sulsel itu. (Rls)

Like it? Share it!

Leave A Response